Jangan penjara hati ini
ia tak erti mencari kunci
cuma diam menunggu.
Jangan hulurkan saja kunci
ia tak kenal mana satu
cuma bukalah mangga.
Jangan juga tunggu di pintu
ia sudah lupa bangun
cuma pimpinlah keluar.
Barangkali ia akan ikut.
Anisah
Kota Kinabalu
27 Oktober 2008, 01:43.
This is in Malay. Somebody can translate it into English? The beauty of prose is that it could convey so many meanings. Here, it could mean a woman trapped within the confines of a patriarchal society and its norms. Or, a woman trapped within herself. Or an individual deprived for so long that she has given up hoping. Or it is a woman after all, but a man? Or it could be someone who has given up on faith, waiting for someone to hold his hands to return again? Or, what else?
Eid Mubarak, Selamat Hari Raya Idul Fitr. Maaf zahir batin.
With love, hopes and prayers,
Anisah